Senin, 06 Desember 2021

Filsafat Dan Ideologi Pendidikan Matematika Dalam Pengembangan Model Project Based Learning Berbasis Etnomatematika Permainan Balogo

Berikut saya lampirkan link tentang inovasi pembelajaran matematika dan implementasi filsafat dan paradigma terhadap inovasi pembelajaran matematika tersebut. Agar tidak penasaran langsung saja klik link di bawah ini.

Inovasi Pembelajaran Matematika

https://drive.google.com/file/d/1SdFVFU1iG5X1Gh023DIVuBNZrw21dJoI/view?usp=sharing


Implementasi FIlsafat dalam Inovasi Pembelajaran Matematika

Minggu, 07 November 2021

Matematika Itu KITA

Aksiologi berasal  dari kata Yunani axion yang berarti nilai dan logos yang artinya ilmu sehingga aksiologi berarti ilmu tentang nilai. Nilai adalah sebuah pemaknaan terhadap sesuatu mengenai baik dan buruknya sesuatu yang manusia amati. Pemberian nilai terhadap sesuatu itu bersifat relatif karena pandangan seseorang dengan yang lainnya berbeda terhadap nilai tersebut.

Secara umum, aksiologi merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari tentang hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan dan ilmu pengetahuan itu tidak akan sia-sia jika kita bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk manusia secara umum. Jadi, ketika kita memahami akan manfaat mempelajari matematika kita tidak akan menganggap bahwa matematika itu sulit, otak kita terbatas, atau matematika hanya tentang rumus. Karena pada hakikatnya mempelajari matematika sama halnya dengan menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan perubahan zaman yang selalu berkembang.Jika dikaitkan dengan matematika, maka aksiologi matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat dan manfaat matematika dalam kehidupan. 

Berdasarkan tulisan Prof Marsigit (Marsigit, 2004) menyebutkan bahwa matematika terkait dengan semua pengetahuan dari diri manusia, maka jelaslah bahwa matematika tidaklah bersifat netral dan bebas nilai. Dengan demikian matematika memerlukan landasan sosial bagi perkembangannya. Shirley (1986: 34) menjelaskan bahwa matematika dapat digolongkan menjadi formal dan informal, terapan dan murni. Berdasarkan pembagian ini, kita dapat membagi kegiatan matematika menjadi 4 (empat) macam, di mana masing-masing mempunyai ciri yang berbeda-beda:

  1. Matematika formal-murni, termasuk matematika yang dikembangkan pada Universitas dan matematika yang diajarkan di sekolah;
  2. Matematika formal-terapan, yaitu yang dikembangkan dalam pendidikan maupun di luar, seperti seorang ahli statistik yang bekerja di industri.
  3. Matematika informal-murni, yaitu matematika yang dikembangkan di luar institusi kependidikan; mungkin melekat pada budaya matematika murni.
  4. Matematika informal-terapan, yaitu matematika yang digunakan dalam segala kehidupan sehari-hari, termasuk kerajinan, kerja kantor dan perdagangan.

            Senada dengan itu, tujuan adanya matapelajaran matematika  disemua jenjang sekolah dan perguruan tinggi yang dirumuskan oleh National Council of Teacher of Mathematic (2000:29) juga tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari,yaitu:

1.      Belajar komunikasi.

2.      Belajar bernalar.

3.      Belajar untuk memecahkan masalah.

4.      Belajar untuk mengaitkan ide.

5.      Belajar mempresentasikan ide-ide.

Selain 5 hal yang disampaikan oleh NCTM, manfaat yang akan didapatkan dari mempelajari matematika adalah melatih diri untuk bersikap disiplin, pantang menyerah, menyelesaikan masalah secara sistematis dan mengungkap kembali ide dengan praktis, sistematis dan efisien. Sikap tersebut dilatih melalui proses belajar yang inovatif, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk membangun dan mengembangkan pengetahuannya. Selain itu, mindset yang menganggap bahwa matematika hanya tentang rumus dan menghitung hal abstrak perlu diubah karena hakikatnya kehidupan manusia tidak terlepas dari matematika sejak bangun tidur hingga kembali tidur. Jika kita perhatikan, detak jam, ubin di rumah, bunga yang sedang mekar, tiang listrik yang bejejer, aktivitas jual beli  semuanya merupakan pola dan aktivitas yang melibatkan matematika.

Jadi, ketika kita memahami akan manfaat mempelajari matematika kita tidak akan menganggap bahwa matematika itu sulit, otak kita terbatas, atau matematika hanya tentang rumus. Karena pada hakikatnya mempelajari matematika sama halnya dengan menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan perubahan zaman yang selalu berkembang.

 

Jumat, 29 Oktober 2021

Menilisik yang Lalu dalam Samudera Pikiran

Pernahkah kita merenungkan tentang apa yang kita alami hari ini? 
Pernahkah kita merenungkan kalau apa yang kita lakukan dimasa lalu adalah penentu menjadi apa kita saat ini? Pernahkah kita merenungkan bahwa yang kita lakukan hari ini adalah penentu bagi masa depan kita?
Ya, mungkin secara sadar maupun tidak sadar pengalaman yang pernah kita alami berpengaruh terhadap kita sekarang, begitupun kita sekarang yang akan menjadi penentu kita akan datang. Menariknya, tidak semua dari kita menyadari bahwa pengalaman ini juga mempengaruhi cara berfikir bahkan perilaku kita. Hal ini senada dengan pemikiran Immanuel Kant, seorang filsuf yang mendamaikan pertentangan antara rasionalisme dan empirisme ( antara budi dengan indera) dengan menunjukkan bahwa keduanya saling melengkapi. Sebelum berbicara mengenai bagaiman pengalaman dan pengaruhnya terhadap pemikiran kita, mari kita berkenalan dengan pemikiran Immanuel Kant dalam bukunya The Critique of Pure Reason. 
        Memahami pemikiran Kant yang dituangkannya dalam The Critique of Pure Reason bukanlah hal yang mudah. Hal ini dikarenakan banyak istilah-istilah yang pengertiannya tidak seperti istilah pada umumnya. Misal, istilah estetika yang biasanya digunakan sebagai ungkapan apresiasi terhadap keindahan dan seni, tetapi Kant menggunakan istilah estetika mengacu pada persepsi yang ditangkap melalui indera secara langsung. Kant membagi estetika menjadi dua bagian, yaitu aspek intuitif dan aspek konseptual. Persepsi dalam pengertian Kant dianggap sebagai ‘data mentah’ yang hanya mencapai suatu keteraturan dan pengertian lewat konseptualisasi. Kant mengartikan intuisi sebagai ‘data mentah’ pengetahuan dari pengalaman tanpa melalui proses konseptualisasi. Sebagai contoh, kita seringkali menemukan benda berbentuk kotak persegi yang memiliki ruang untuk menyimpan sesuatu, tanpa melalui proses konseptualisasi kita tidak akan faham bahwa benda tersebut merupakan salah satu bentuk bangun ruang yaitu Kubus. Sehingga apabila ada benda bentuk yang sama kita hanya akan mengingat kotak tersebut, karena pengetahuan kita hanya sebatas pengalaman yang belum melalui proses konseptualisasi. 
        Terdapat banyak istilah dalam pemikiran Kant yang akan menghubungkan antara pengalaman dengan pengetahuan. Kant membagi pengetahuan kita menjadi sebagai berikut: - Suatu pernyataan bersifat analitik, jika predikat dari subjek termuat dalam subjek. Sebagai contoh, tautologi “Bola itu bulat”. Pernyataan ini benar karena predikat ‘bulat’ terkandung dalam subjek ‘bola’. - Suatu pernyataan bersifat tidak analitik, jika pernyataan tersebut menambahkan sesuatu yang baru tentang subjek. Pernyataan ini kemudian disebut tidak murni dan disebut sebagai pernyataan sintetik. Sebagai contoh, “Bola itu berwarna merah”. - Suatu pernyataan disebut benar secara a priori, jika kebenarannya ditentukan sebelum pengalaman, atau tanpa referensi pada pengalaman. Contohnya : Kita mengetahui bahwa bilangan genap adalah bilangan yang dapat di bagi dua. Ketika kita hanya mendengar bahwa bilangan genap itu dapat dibagi dua tanpa ada pengalaman atau tanpa mempeljarinya, maka pernyataan tersebut benar secara a priori. - Suatu pernyataan disebut benar secara a posteriori, jika pernyataan tersebut ditentukan kebenarannya melalui referensi pada pengalaman. Artinya kebenarannya hanya dapat ditentukan melalui acuan bukti empiris. Misal, kita mengetahui bahwa pada teorema pythagoras untuk mencaari panjang sisi miring suatu segitiga siku-siku dapat menggunakan rumus sisi miring= √(〖sisi depan〗^2+〖sisi samping〗^2 ). Setelah kita belajar teorema pythagoras tersebt secara langsung maka pernyataan tersebut dapat dibenarkan secara a posteriori. 
        Seluruh pernyataan analitik bersifat a priori dengan alasan, bahwa kebenaran logika pernyataan tersebut terlepas dari pengalaman yang kita alami. Pernyataan ini tidak membutuhkan bukti empris untuk penilaian kebenarannya. Seluruh pernyataan a posteriori dengan sendirinya pasti bersifat sintetik, karena terdapat informasi tambahan pada subjek yang didapatkan melalui pengalaman. Pada pernyataan di atas, misalkan kita mengamati bola berwarna merah, maka pernyataan sintetik ini menambahkan predikat ‘merah’ yang tidak terdapat pada subjek (didapatkan melalui pengamatan) ke dalam subjek ‘bola’. Jika kita menelisik lebih dalam pemikiran Kant, maka kita akan menemukan bahwa terdapat keterkaitan yang kuat antara pengalaman yang diperoleh dengan indera dan pengetahuan yang diproses melalui akal budi. Kant menuliskan, “Seluruh pengetahuan berawal dari pengalaman, akan tetapi hal ini tidak berarti, bahwa seluruh pengetahuan berasal secara langsung dari pengalaman”. Dalam hal ini, Kant secara tersirat menyinggung tentang pengetahuan transendental. Pengetahuan transendental bukanlah sesuatu yang dialami itu sendiri. Pengetahuan transendental tidak dapat dibuktikan kebenarannya tanpa pengalaman. Kant juga berpendapat, tanpa kemampuan akal budi untuk mengorganisasikan dan mengkonseptualisasikan pengalaman, kita tidak akan dapat merasakan pengalaman itu sendiri. 
        Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengalaman merupakan separuh ilmu, ilmu akan lengkap jika disertai dengan pengalaman. Belajar bukan hanya tentang apa yang disampaikan oleh guru, belajar bukan hanya apa yang dibaca secara tektual dari buku. Belajar merupakan proses pengintegrasian antara panca indera dan akal budi kita.

Belajarlah dari setiap pengalaman yang di dapat.
Gunakanlah akal budi kita agar dapat menghayati pengalaman. 
Dengan pengalaman dan akal budi kita akan bijak menempatkan diri sesuai ruang dan waktu. 
Karena orang yang cerdas, adalah orang yang pandai menempatkan dirinya sesuai dengan ruang dan waktu.

Kamis, 05 Januari 2017

PKL Media dan Teknologi Pembelajaran Matematika

Media dan Teknologi Pembelajaran Matematika

Laporan PKL Matakuliah Media dan Teknologi Pembelajaran Matematika

Sebagai salah satu institusi yang bergerak di bidang pembangunan pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat juga berpartisipasi aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut dibuktikan dengan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat, selain kegiatan pendidikan dan pengajaran di lingkungan kampus.

SMP N 1 Panyipatan dan MTsN Panyipatan merupakan sekolah tujuan PKL matakuliah media dan teknologi pembelajaran matematika FKIP ULM. Kegiatan PL ini dilasanakan pada hari Selasa, 20 Desember 2016. Pada kegaiatan tersebut mahasiswa melakukan prati mengajar dengan metode blended learning menggunakan worksheet eksperimen. Selain melakukan presentasi dan praktik mengajar di sekolah tersebut, mahasiswa matakuliah media ini juga memberikan kenang-kenangan kepada sekolah berupa media pembelajaran berbasis IT.

Berikut laporan PKL Matakuliah Media dan Tenologi Pembelajaran Matematika

jangan lupa tonton videonya ya!!

Rabu, 04 Januari 2017

Luas Permukaan Kubus dan Balok

Media dan Teknologi Pembelajaran Matematika

Luas Permukaan Kubus dan Balok

Mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa. Bagi mereka mereka matematika merupakan tumpukan rumus yang harus dijejalkan di kepala untuk mendapatkan nilai yang baik. Padahal, tujuan pembelajaran matematika adalah untuk melatih siswa berfikir kritis dan analitis sehingga dalam menyelesaikan permasalahan dapat bertindak cepat dan tepat. Oleh karena itu, sangat penting merubah pandangan siswa akan pentingnya mempelajari matematika dengan mengaitkannya ke dalam permasalahan sehari-hari.

Dalam mengaitkan permasalahan sehari-hari dengan materi matematika perlu adanya media, salah satunya adalah power point. Ms Powerpoint adalah salah satu program aplikasi microsoft office yang berguna untuk membuat presentasi dalam bentuk slide. Dengan menggunakan slide dalam power point kita bisa memvisualisasikan permasalahan sehari-hari di depan siswa.

Power Point Luas Permukaan Kubus dan Balok

Ulasan Media Sosial

Media dan Teknologi Pembelajaran Matematika

Ulasan Facebook

Media sosial merupaan salah satu media informasi yang sangat cepat dalam penyebarannya. Saat ini media sosial merupakan kebutuhan bagi manusia untuk mempertahankan eksistensi dirinya. Media sosial sangat berpengaruh dalam pola hidup masyarakat kekinian. Oleh karena itu, kita harus menggunakan dengan bijak media sosial tersebut. Salah satu media sosial yang masih bertahan hingga saat ini adalah facebook. Agar kita dapat memaksimalkan fungsi facebook sebagai media informasi sekaligus media pembelajaran penting sekali untuk memahami fitur-fitur yang ada di facebook. Dibawah ini link ulasan tentang faceboo. Selamat membaca & Semoga bermanfaat :)

Ulasan Facebook

Bubbe Sort

Media dan Teknologi Pembelajaran Matematika

Mengurutkan Bilangan dengan Bubble Sort

Mengurutkan bilangan merupakan salah satu kegiatan yang seringkali kita temui di kehidupan sehari-hari. Apabila bilangan yang kita urutkan berjumlah sedikit maka ita bisa mengurutkannya dengan cepat. Akan tetapi jika bilangan yang kita urutan terbilang banyak maka tehnik bubble short. Berikut contoh penggunaan bubble sort.
PPT Bubble sort

Kamis, 17 November 2016

Mencari Luas Permukaan Limas

Luas Permukaan Limas

Pengertian dan Jenis-Jenis Limas

Limas adalah bangun ruang yang memiliki sisi atau bidang samping berbentuk segitiga dan memiliki puncak. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, limas berarti benda ruang yang alasnya berbentuk segitiga (segi empat dan sebagainya) dan bidang sisinya berbentuk segitiga dengan titik puncak yang berimpit.

Jenis-jenis limas Berdasarkan bentuk alasnya, limas dapat dibagi menjadi beberap jenis, yaitu;

1. Limas segitiga Limas segitiga adalah limas yang memiliki alas berbentuk segitiga (baik segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, segitiga siku-siku, maupun segitiga sembarang).

Gambar: Limas segitiga ABC.D

2. Limas segi empat Limas segi empat adalah limas yang memiliki alas berbentuk segi empat (baik berupa persegi, persegi panjang, trapesium, belah ketupat, layang-layang, jajaran genjang dan lainnya).

Gambar: Limas segi empat ABCD.E

3. Limas segi lima Limas segi lima adalah limas yang memiliki alas berbentuk segi lima, baik segilima teratur maupun segi lima sembarang.

Gambar: Limas segi lima ABCDE.F

4. Pengertian limas segi enam Limas segi enam adalah limas yang memiliki alas berbentuk segi enam baik segi enam teratur maupun sembarang.

Gambar: Limas Segi enam ABCDEF.G

Permasalahan

Pernahkah kawan-kawan memperhatikan bentuk atap beberapa rumah adat di Indonesia. Ya, atap tersebut ada yang berbentuk limas, seperti rumah Krong Bade dari Aceh.

Seorang seniman ingin membuat miniatur rumah Krong Bade menggunakan kayu sisa. Ukuran panjang, lebar dan tinggi atap miniatur rumah tersebut secara berturut-turut adalah 30cm,15cm,8cm dengan bagunan utama berukuran 30cm x 15cm x 12 cm. Hitunglah luas permukaan atap rumah rong Bade tersebut!

Penyelesaian

Diketahui : p = 30 cm, l = 15 cm, t = 8 cm

Ditanya : Luas Permukaan?

Jawab : Luas Permukaan = Luas alas + jumlah luas sisi tegak

= p X l + 4.1/2 a x t

= 30 cm x 15 cm + [2(1/2 x 15 cm x 8cm) + 2 (1/2 x 30 cm x 8 cm)]

= 450 cm2 + 120 cm2 + 240 cm2

= 810 cm2

Kamis, 03 November 2016

Mencari Luas Permukaan Limas Menggunakan Aplikasi Geogebra

       Saat ini sudah banyak menjamur aplikasi komputer yang memudahkan kita dalam menyelesaikan masalah matematika, Salah satunya Geo Gebra. Geo Gebra dikembangkan oleh Markus Hohenwarter pada tahun 2001. Menurut Hohenwarter (2008), Geo Gebra adalah program komputer untuk pembelajaran  matematika khususnya geometri dan aljabar. Program ini dapat dimanfaatkan secara bebas yang dapat diunduh dari www.geogebra.com. Website ini rata-rata dikunjungi sekira 300.000 orang tiap bulan. Hingga saat ini, program ini telah digunakan oleh ribuan siswa maupun guru dari sekira 192 negara.
       Program Geo Gebra dilengkapi berbagai program komputer untuk pembelajaran aljabar yang sudah ada, seperti Derive, Maple, MuPad, maupun program komputer untuk pembelajaran geometri, seperti Geometry’s Sketchpad atau CABRI. Menurut Hohenwarter (2008), bila program-program komputer tersebut digunakan secara spesifik untuk membelajarkan aljabar atau geometri secara terpisah, maka Geo Gebra dirancang untuk membelajarkan geometri sekaligus aljabar secara simultan.
       Menurut Hohenwarter (2008), program GeoGebra sangat bermanfaat bagi guru maupun siswa. Tidak sebagaimana pada penggunaan software komersial yang biasanya hanya bisa dimanfaatkan di sekolah, Geogebra dapat diinstal pada komputer pribadi dan dimanfaatkan kapan dan di manapun oleh siswa maupun guru.
Berikut link untuk Mencari Luas Limas Menggunakan Aplikasi Geo Gebra.

Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang menciptakan

"Barang siapa yang menginginkan kebahagiaan di dunia haruslah dengan ilmu. Barang siapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat juga dengan ilmu. Barang siapa yang menginginkan kebahagiaan dunia akhirat juga harus dengan ilmu"